Selasa, 15 Oktober 2013

“Need-Know-How-Solve” Method for Problem Solving

Di kehidupan sekarang ini, peran seorang engineer sangat dibutuhkan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada di masyarakat. Metode Need-Know-How-Solve merupakan salah satu metode yang dapat digunakan oleh seorang engineer dalam mengatasi sebuah masalah di sekitarnya.
Need adalah langkah pertama yang harus dilakukan dalam menyelesaikan masalah. Carilah masalah apa yang harus Anda selesaikan, jangan mencoba untuk mnyelesaikannya sekarang.
Know berarti mencari sumber daya yang tersedia untuk menyelesaikan masalah tersebut. Sekali lagi, jangan mencoba untuk menyelesaikan masalah sekarang, hanya menuliskan apa yang Anda ketahui sebagai langkah kedua.
How adalah langkah ketiga dalam penyelesaian maslaah. Dalam langkah ini, Anda merumuskan pendekatan yang Anda maksudkan untuk kebutuhan analisis masalah.
Solve adalah langkah dimana Anda menyelesaikan masalah dengan panduan dari ketiga langkah sebelumnya.
Berikut 2 contoh masalah dengan menggunakan metode tersebut
1.N :    Atasi penempatan pedagang jajanan pasar di kota Bandung serta kesehatan dan kebersihan makanan yang dijual.
K :       Para pedagang jajanan pasar di kota Bandung sangat banyak dan makanan yang dijual pun berbeda-beda juga. Seperti yang kita tahu dan kita lihat sendiri, banyak pedagang yang masih berjualan di sembarang tempat, misalnya trotoar atau taman. Bahkan terkadang jalan raya pun dipakai untuk berdagang. Di Taman Ganesha, di depan Kampus ITB, banyak sekali pedagang yang berjualan, padahal di taman tersebut sebenarnya tidak diperbolehkan untuk berdagang. Di lain tempat, seperti di sekitar Gedung Sate Bandung, yaitu Gasibu, banyak sekali sisi jalan yang dipakai oleh para pedagang sehingga dapat menimbulkan kemacetan dan kerusuhan para pengemudi kendaraan yang akan lewat dari jalan tersebut. Bukan hanya lokasi, kesehatan dan kebersihan makanan pun menjadi masalah. Banyak pedagang atau bahkan hampir seluruhnya  memakai penyedap rasa yang terlalu banyak ke makanannya. Kita tahu bahwa penyedap rasa tidaklah cocok dengan kesehatan kita. Gerobak para pedagang itu juga tidak ditutup oleh kain gorden atau kain yang lain yang dapat menutup makanan. Sebagian pedagang menyediakan minum untuk para pembelinya bilamana sudah selesai makan, yang sebagian lagi tidak menyediakannya, tetapi sering sekali ditemukan air minum yang tidak steril atau kotor. Bukan hanya faktor sumber airnya yang mempengaruhi, gelas atau cangkir yang dipakai pun tidak sepenuhnya bersih. Banyak pedagang yang memaki air untuk mencuci peralatan makan secara berulang-ulang dan juga pemakian sabun cuci yang terlalu hemat sehingga minyak yang dari makanan sebelumnya masih menempel di bagian perlatan makan yang sudah dicuci. Jika masih ada minyaknya, peralatan makan tersebut pun secara otomatis tidak steril dan dapat mempengaruhi makanan lain yang akan ditempatkan di dalamnya.
H :       –     Penempatan lokasi pedagang
-       Penetralan penyedap rasa
-       Perlindungan bahan makanan atau makanan dari kotoran, seperti debu atau bakteri
-       Pensterilan air minum
-       Pengadaan air kran
S :        /\ Untuk lokasi dagangan jajanan pasar, wali kota diharapkan menambah sebuah tempat khusus untuk para pedagang yang cukup luas. Misalnya, ada tanah seluas 2 hektar atau lebih lagi. Tempat tersebut dapat diolah menjadi tempat khusus untuk para pedagang berjualan dan sudah diberi batas-batas tertentu untuk setiap pedagang. Posisi para pedagang juga dapat diatur sedemikian rupa sehingga tetap rapi dan bersih dengan menyediakan tempat sampah di beberapa sudut lokasi. Dengan adanya tempat ini, maka pedagang tidak lagi berjualan di trotoar jalan raya yang dapat menimbulkan kemacetan. Kita bisa menyebut nama tempat ini “Bandung City Square” yang di dalamnya banyak terdapat pedagang makanan khas Bandung ataupun bukan makanan khas Bandung. Penempatan seperti ini juga diharapkan dapat dilakukan kepada pedagang-pedagang lain yang tidak menjual makanan.
/\ Para pedagang diharapkan untuk tidak memakai penyedap rasa yang berlebihan agar makanan terasa lebih enak. Para pedagang dapat menggunakan penyedap rasa yang diolah dari beberapa bahan alami seperti bawang, cabai, tomat, dan garam. Dengan memakai bahan yang alami, para pembeli pun akan suka dan kesehatan tetap terjaga.
/\ Para pedagang juga diharapkan untuk menjaga kebersihan makanan yang dijualnya, misalnya dengan memakai kain gorden dan sejenisnya untuk menutupi gerobak yang dipakainya sehingga bahan makanan atau makanan yang ada di dalam gerobak tersebut terlindungi dari debu, kotoran, atau bakteri yang memungkinkan untuk masuk.
/\ Selain makanan, minuman juga perlu diperhatikan. Sering sekali para pedagang memberi air minum yang tidak sehat kepada pembelinya. Dalam hal ini, para pedagang diharapkan memasak terlebih dahulu air minum yang akan diberikan kepada para pembelinya sehingga kuman atau bakteri yang ada dalam air tersebut akan rusak dan hancur pada saat air mendidih.
/\ Saat mempersiapkan lokasi penempatan para pedagang, wali kota juga diharapkan untuk memerintahkan kepada petugas yang menangani lokasi tersebut membuat air kran di beberapa selang tempat pedagang agar para pedagang tidak lagi menggunakan air yang berulang-ulang untk mencuci perlatan makan yang mereka gunakan. Jika memungkinkan, satu kran air diadakan untuk dua pedagang agar pemakaiannya pun tidak berebutan dan menjadi ricuh.
2. N :   Atasi sampah yang berserakan di sekitar kampus ITB.
K :       Kota Bandung, yang dikenal dengan kota kembang, memiliki cuaca yang sejuk. Namun dimana-mana kita dapat menemukan sampah, dimulai dari sampah yang ukurannya kecil, sedang, hingga yang besar. Sebagai contoh, masih banyak sampah yang dibuang dengan sembarangan di sekitar wilayah ITB. Sebagai salah satu mahasiswa universitas tersebut, saya sering memperhatikan lingkungan sekitar kampus saya, terutama tentang sampah. Masih banyak sampah yang terlihat di sekitar jalan menuju kampus ditambah lagi dengan pedagang yang berada di sekitar jalan tersebut. Terkadang di dalam kampus ITB pun masih ditemukan sampah yang bereserakan di tempat-tempat tertentu. Sampah yang ada juga beragam, ada sampah plastik bekas makanan, sampah kertas, dan sebagainya.
H :       Pengadaan tong sampah di luar kampus dengan jarak yang teratur.
S :        Saya, seorang mahasiswi di universitas ini, terkadang merasa kesulitan menemukan tempat sampah saat ingin membuang sampah. Dalam hal ini, rektor ITB, sebagai pimpinan universitas,  diharapkan membuat program untuk perbanyakan tong sampah di dalam kampus dan jarak per tong sampah diatur agar efisien, tidak terlalu dekat juga tidak terlalu jauh. Tidak hanya di dalam kampus, di bagian luar juga perlu diadakannya beberapa tong sampah dengan jarak yang telah ditentukan, misalnya di trotoar-trotoar menuju gerbang kampus ditempatkan tong sampah tiap 50-100 meter. Jika program ini berjalan dengan sempurna dimana tidak ada ditemukan sampah di dalam maupun di luar kampus ini, maka kampus ini bisa menjadi tolak ukur bagi wilayah-wilayah lain untuk menjaga kebersihan lingkungannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar